Hanyu Shuiping Kaoshi, (汉语水平考试) disingkat HSK adalah ujian standardisasi Republik Rakyat Tiongkok dalam kemahiran berbahasa ( bahasa Mandarin yang disederhanakan) bagi penutur bukan asli, yaitu mahasiswa asing, pendatang dari luar, dan anggota etnis minoritas di Cina.

Hanyu Shuiping kaoshi dimulai pada 1984 di Universitas Bahasa dan Budaya Beijing dan pada tahun 1992 HSK secara resmi sebagai ujian standar nasional. Pada tahun 2005, lebih dari 120 negara telah berpartisipasi sebagai menyelenggarakan HSK dan ujian Hanyu shuiping Kaoshi telah dilakukan sekitar 100 juta kali (termasuk oleh calon domestik etnis minoritas).

Hingga saat ini orang dapat mendaftar secara online, semua pengujian masih dilakukan secara pribadi, dan penilaian masih ditangani di Tiongkok. Ujian HSK hampir sama dengan Ujian Inggris TOEFL, dan sertifikat HSK berlaku tanpa ada batasan di RRT. Ujian bertujuan untuk menguji kemahiran berbahasa ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan profesional.

Pada 9 Februari 2020, Universitas Brawijaya menyelenggarakan ujian HSK yang terdiri dari HSK 2, HSK 3, HSK 4, HSK 5, HSK 6, dan HSKK. Ujian kali ini dilaksanakan di Gedung FIB A Lantai 7, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya.

Untuk peserta ujian HSK ini berasal dari mahasiswa Program Studi Sastra Cina dari Universitas Brawijaya sendiri hingga mahasiswa dari luar Universitas Brawijaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.