Pada hari Senin, 19 Agustus 2019 lalu diadakan kuliah tamu dengan pembicara Prof. Peng Tao dari Universitas Sichuan yang dihadiri oleh mahasiswa dari mata kuliah ilmu seni ketrampilan dan budaya Cina. Prof. Peng Tao, dalam bahasannya mengenai tradisi khas masakan Cina, menyampaikan bahwa tercukupinya kebutuhan dasar manusia dengan makanan membuat orang akan mampu memikirkan kebutuhan lainnya. Makanan merupakan salah satu cara orang Tionghoa untuk mengekspresikan dirinya dan dianggap sebagai penghormatan kepada orang lain. Contohnya ketika saat hari raya Imlek, banyak sekali makanan yang digunakan pada acara tersebut.
Prof. Peng Tao juga memaparkan Bahan utama dalam masakan Cina terdiri dari 4 Faktor, yaitu material, geografis, sejarah, dan tradisi serta kebiasaan nasional. Dalam perkembangannya tentang tradisi , masyarakat Cina akan berkumpul sekeluarga dan makan bersama. Sebelum makan bersama , mereka memberikan makanan kepada para leluhur mereka terlebih dahulu.
Mereka akan menawarkan makan kepada para leluhurnya atau almarhum orangtuanya terlebih dahulu.

Prof Peng Tao juga membeberkan tentang karakteristik masakan Sichuan, yaitu teknik, bumbu, rasa, dan adaptasi. Cita rasa pedas pada makanan memberikan sensasi kuliner yang nikmat. Orang indonesia biasanya suka sekali masakan pedas, prof. Peng Tao memaparkan bahwa masyarakat Cina suka masakan pedas khususnya di daerah Sichuan. Sichuan terkenal sekali dengan bahan makanan yang disebut 麻辣( málà) yang artinya pedas yang membuat mati rasa. Sichuan menggunakan rempah-rempah istimewa Sichuan untuk menghasilkan sensasi pedas yang unik di mulut. Beberapa bahan dasar yang umumnya digunakan adalah lada Sichuan hijau dan merah, lada hitam, cabai kering, cabai segar, bawang merah, jahe dan bawang putih.

WhatsApp Image 2019-09-30 at 18.35.57 WhatsApp Image 2019-09-30 at 18.35.58 (1) WhatsApp Image 2019-09-30 at 18.35.58 WhatsApp Image 2019-09-30 at 18.35.59

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.